Ketakutan saya selagi menyetir sendiri kian hari kian mencekam. Belakangan saya makin cemas dengan kemungkinan membunuh. Biarpun tidak dikenhendaki dan sama sekali tidak besalah. konsekuensi yuridis, ekonomis hingga sosial dan spiritual harus saya tanggung seumur hidup. Hal itu terjadi hanya karena persoalan yang semula insidental bisa menjadi fenomenal saat saya harus terkejut, deg-degan, marah atau mengumpat dalam hati ketika di hidung kendaraan saya muncul tiba-tiba entah dari gang, tikungan atau menyalip dari belakang, sebuah motor yang dikendarai oleh seorang ibu (kadang tanpa helm) hampir tanpa perhitungan kewaspadan atau keahlian, mengendalikan laju atau stang sepeda motornya.
No comments:
Post a Comment